Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Temui Luhut, bos PT PAL bahas penjualan kapal ke TNI dan luar negeri

Temui Luhut, bos PT PAL bahas penjualan kapal ke TNI dan luar negeri Kapal Perusak Kawal Rudal. Istimewa

Merdeka.com - Direktur Utama, PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh mendatangani kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan di Jakarta, Kamis (13/7). Dalam kunjungan ini, Budiman membicarakan mengenai restrukturisasi perusahaan bersama Menko Luhut.

"Bicara dengan Pak Luhut tentang restrukturisasi PT PAL," kata Budiman ditemui usai bertemu Luhut.

Pembahasan bersama Luhut mencakup banyak hal, mulai dari keuangan, pemasaran hingga penjualan ke luar ngeri. Hasil rapat ini, PT PAL akan melebarkan sayap bisnis di bidang militer, non-militer dan pasar luar negeri.

"Militer juga dilihat dari sisi Indonesia dan luar negeri. Kita tahu potensi yang ada di PT PAL sangat besar, galangan-galangan kita, hasil dari restrukturisasi PMN kemarin juga sudah dapat digunakan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang buatan PT PAL Indonesia, dan kali ini tetap pada jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh mengatakan, pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ucapnya seperti ditulis Antara, Jumat (28/4).

Oleh karena itu, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri.

Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri. "Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.

Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta crew sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter standby, dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusiaan (non-militer). Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Dan pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui Transfer of Technology (TOT), dan kini dikembangkan menjadi Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP