Temui Hatta, Jero Wacik curhat soal larangan ekspor bahan mentah
Merdeka.com - Pasca diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Mineral dan Batu Bara di mana di dalamnya terdapat larangan ekspor bahan mineral mentah dan beberapa aturan terkait. Aturan ini terus dikeluhkan pengusaha pertambangan.
Setelah hampir tiga pekan aturan ini dijalankan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk membahas keluhan perusahaan-perusahaan tambang. Termasuk soal keberatan mereka atas penetapan bea keluar yang cukup tinggi terhadap bahan mineral yang diekspor.
"Tadi koordinasi saja soalnya besok saya ada rapat kerja. Pembahasan terkait penerapan UU Minerba yang sedang dijalankan," ujar Jero di Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (29/1).
Ketika ditanya soal kemungkinan untuk merevisi aturan itu, Jero Wacik menegaskan tidak ada perubahan atas aturan yang sudah ditetapkan. "Tidak ada (revisi). Ikut yang sudah ada," katanya.
Ditemui terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membenarkan bahwa pertemuan tadi membahas beberapa hal terkait penerapan UU Minerba.
"Tadi bahas bea keluar. Nanti kita mau bahas di Wapres. Karena kan banyak yang mempertanyakan. Intinya itu. Soal BK ini dasarnya apa. Kok tidak ada di dalam PP-nya. Intinya itu kan. Ini baru dibahas menunggu Chatib Basri (Menteri Keuangan). Itu saja," terang Hatta.
Senada dengan Jero, Hatta juga menegaskan belum ada rencana revisi terhadap peraturan tersebut. "Belum. Saya nggak bisa ngomong apa-apa. Saya hanya menanyakan apakah itu ada di dalam PMK atau Permen ESDM," jelasnya.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya