Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Telan investasi besar, pengusaha PLTP minta kepastian pemerintah

Telan investasi besar, pengusaha PLTP minta kepastian pemerintah Pembangkit listrik tenaga panas bumi Islandia. ©2013 Softpedia.com

Merdeka.com - Gelaran 'Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2016' resmi dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC). Acara yang berlangsung pada tanggal 10 - 12 Agustus 2016 ini, merupakan forum Pertemuan Ilmiah Tahunan 'PIT' ke-16.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (APBI) Abadi Poernomo menekankan, diperlukannya inovasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) demi mencapai target 7.000 MW pada 2025. Sebab, hingga saat ini, total kapasitas pembangkit panas bumi baru mencapai sebesar 1.493,5 MW.

"Ini proyek yang ambisius. Artinya masih ada kekurangan sebesar 5.500 MW yang harus didapatkan dalam kurun waktu 10 tahun (atau 550 MW per tahun)," ujar Abadi di JCC, Jakarta, Rabu (10/8).

Dikatakan Abadi, dalam memenuhi target besar tersebut, dibutuhkan investasi sebesar USD 4 - USD 5 juta per MW. Maka dari itu, swasta membutuhkan dukungan dari pemerintah. Pertama adalah tarif listrik yang menarik bagi pengembang panas bumi. Kedua, adanya jaminan pembelian |istrik dari PT PLN (Persero) sebagai off taker.

"Terakhir, kepastian hukum antara lain dengan tidak diterbitkannya peraturan perundangan baru yang membebani keekonomian proyek," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat mendorong investor untuk melakukan eksplorasi. "Kami yakin Peraturan Pemerintah tentang Pengusahaan Tidak Langsung (In Direct Use) pengganti PP 59/2007 yang segera terbit akan lebih mendorong investor untuk melakukan pengeboran eksplorasi," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP