Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tekan harga, Bulog Sulselbar punya cadangan 10 ton bawang putih

Tekan harga, Bulog Sulselbar punya cadangan 10 ton bawang putih Bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Stok pangan di Sulawesi Selatan terpantau aman selama Ramadan hingga Lebaran, dan bahkan beberapa bulan pasca Lebaran nanti. Meski demikian, Kepala Divisi Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin tetap mewaspadai dengan menyiapkan stok cadangan khususnya jenis bawang putih dan daging.

Menurut Dindin, bawang putih di Sulsel sebenarnya tidak kurang tetapi harganya cukup tinggi meninggalkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harganya Rp 40.000 bahkan pernah menyentuh Rp 50.000 per kilogram. Oleh karena itu Bulog mencoba menstabilkan harga dengan memasarkan bawang putih dengan harga Rp 38.000 per kilogram sesuai HET.

"Kita siapkan stok cadangan bawang putih sebanyak 10 ton, dan itu sebagian kita sudah pasarkan," jelas Dindin Syamsuddin saat ditemui di sela-sela pembukaan pasar murah 'Peduli Rakyat' yang digelar Pemprov Sulsel dan Kementerian Perdagangan di lapangan Hasanuddin, Makassar, Rabu, (7/6) .

Mengenai daging, kata Dindin, pihaknya tidak punya stok karena daging di Sulsel juga tergolong surplus. Hanya saja, dia tetap berkoordinasi dengan Dinas Peternakan bahwa pihaknya siap turun melakukan operasi pasar jika suatu hari diperlukan.

Stok yang dimiliki oleh Bulog adalah daging beku dan belum dipasarkan. Ini masih ditahan karena tak ingin membunuh peternak. "Kita punya stok cadangan berupa daging beku sebanyak 10 ton juga, siap dipasarkan jika nanti dirasa perlu," kata Kadivre Bulog Sulselbar ini.

Saat ini, pasar murah digelar di di kantor-kantor Bulog serta Rumah Pangan Kita (RPK) dan di jalan-jalan dengan menggunakan mobil Bulog serta kerja sama dengan pasar-pasar. Ada sekitar 1.500 titik pasar murah di wilayah Sulsel dan Sulbar yang menjadi wilayah tanggung jawab Bulog Divre Sulselbar. Di antaranya ada 843 RPK.

"Pasar-pasar murah ini dibuka sejak 10 hari sebelum Ramadan. Rencanya hanya akan berlangsung selama dua minggu, namun karena antusiasme masyarakat cukup tinggi merespons keberadaan pasar murah ini maka pembukaan pasar murah ini masih dilanjutkan hingga saat ini. Antara lain yang dipasarkan itu, bawang putih, bawang merah, beras premium, gula pasir, minyak goreng dan cabe merah," kata Dindin Syamsuddin.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP