Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tarik ulur Jonan dan Rudiantara tutup aplikasi online

Tarik ulur Jonan dan Rudiantara tutup aplikasi online Demo sopir taksi. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sektor transportasi Tanah Air tengah memanas. Persaingan antara taksi konvensional dan taksi berbasis online atau daring tak bisa dihindarkan.

Taksi konvensional meminta pemerintah untuk memblokir aplikasi transportasi online seperti Uber dan GrabCar. Bahkan, kehadiran transportasi online ini dinilai menjadi tembok penghalang rejeki para sopir taksi konvensional.

Humas Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD), Suharto, mengatakan semenjak kehadiran transportasi daring, penghasilan sejumlah sopir taksi konvensional menurun drastis. Bahkan, ada sopir taksi mengaku tak mendapat pendapatan meski bekerja seharian.

"Yang mengadu yang biasanya Rp 150.000 kini sudah jadi Rp 20.000 sehari. Ini ada bukti dari supir Taxiku biasanya Rp 500.000 sekarang Rp 200.000. Bahkan ada yang tak bawa uang padahal narik sehari semalam," kata Suharto di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (22/3).

Suharto mengaku sangat kecewa dengan hasil rapat antara pihaknya dengan Menkominfo Rudiantara yang menghasilkan keputusan bahwa pemerintah tidak bisa menutup aplikasi Grab dan Uber.

"Kami kecewa sekali. Ratusan ribu (sopir) bisa turun demo secara massal nanti jika keputusan ini terus berlangsung," kata dia.

lalu, bagaimana pemerintah menyikapi adanya fenomena taksi online ini? (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP