Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tarif Tol TransJawa Tinggi Bebani Pengusaha Logistik Truk

Tarif Tol TransJawa Tinggi Bebani Pengusaha Logistik Truk Pembatasan operasional truk di Tol Trans Jawa. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai tarif tol Trans Jawa terlalu tinggi. Akibat tingginya tarif tol Trans Jawa, beban operasional turut meningkat.

"Sebenarnya bukan kemahalan. Kita membacanya bukan rate tarifnya, kita membacanya bahwa penerapan tarif itu berpengaruh terhadap struktur cost kita, dari sisi pengusaha truk," kata Wakil Ketua Umum Aptrindo, Nofrisel, saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2).

Dia mengungkapkan, dengan melalui jalur tol Trans Jawa, biaya operasional truk kian membengkak. Padahal, tarif tol mengambil peran cukup besar dari total pengeluaran logistik.

"Kita dengan komponen seperti itu, maka kita merasakan adanya implikasi cost yang naik di struktur cost kita. Jadi kita merasa bahwa komponen tol cukup signifikan pengaruhnya terhadap struktur cost kita," ujarnya.

Dia mengungkapkan, semula biaya untuk jalan tol hanya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 600.000. Sekarang tarif tersebut membengkak hingga dua kali lipat.

"Cukup signifikan ya (pengaruhnya), kalau sekarang tarif tol hampir sejuta lebih, belum fuel, orang yang bolak-balik. Dua kali lipat," ujarnya.

Dia menyatakan pihaknya berharap tarif tol Trans Jawa dapat ditinjau ulang dengan mempertimbangkan banyak aspek. Diharapkan tarif tol Trans Jawa bisa diturunkan hingga 20 persen.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol Trans Jawa, diadjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakukan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur pantura biasa," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP