Tarif Listrik Bukan Prioritas Rudiantara Saat Jadi Dirut PLN
Merdeka.com - Mantan Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ke depan, sejumlah tugas sudah menunggu untuk diselesaikan seperti penyesuaian tarif listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan, penyesuaian tarif listrik bukan tugas prioritas Rudiantara jika sudah resmi menjadi orang nomor satu di perusahaan milik negara tersebut. Sebab, masih ada program pengadaan listrik 35.000 megawatt yang harus diselesaikan.
"(Tugas prioritas tarif listrik?) Enggak lah. Masih banyak hal lain yang lebih urgent. Ya menyelesaikan program 35.000 megawatt. Terus kemudian Energi Baru Terbarukan," ujar Arifin di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12).
Terkait pelantikan Rudiantara, Kementerian ESDM masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Tunggu pengumuman resmi dong," kata Arifin singkat.
Penunjukan Rudiantara
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Mudah-mudahan segera dilantik, yang jelas saya sudah tanda tangan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dikutip dari Antara, Senin (25/11).
Pramono menyampaikan hal tersebut saat ditanya wartawan mengenai hasil Tim Penilai Akhir (TPA) untuk Rudiantara. "Mudah-mudahan segera dilantik, ini banyak perubahanlah di BUMN," tambah Pramono.
Rudiantara adalah Menkominfo periode 2014-2019. Sebelum menjadi Menkominfo, Rudiantara pernah menjadi Wakil Dirut PT PLN pada 2008-2009 lalu. Selama di PLN, dia terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, ia mengundurkan diri.
"(TPA) sudah selesai. Bolanya di Menteri BUMN," tambah Pramono.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya