Target pajak 2016 cuma naik 5 persen, Jokowi dinilai cari aman
Merdeka.com - Dalam pidato pengantar nota keuangan dan RAPBN 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.368 triliun. Target tersebut cuma naik 5 persen dibanding target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.489,2 triliun.
Menanggapi itu, prakarsa Koalisi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat, AH Maftuchan menilai Jokowi hanya mencari aman.
"Pemerintah main aman, tidak progresif," ujar Maftuchan dalam diskusi bertajuk 'Tanggapan atas Nota RAPBN 2016 : Nawacita Setengah Tiang' di Jakarta, Selasa (18/8).
Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK sebaiknya tidak terus menerus menyalahkan perlambatan ekonomi global sebagai penyebab rendahnya target penerimaan negara. Sebab fakta menunjukkan bahwa wajib pajak orang pribadi sebagai tulang punggung penerimaan pajak.
"Kalau perlambatan ekonomi selalu dijadikan alasan, kurang fair karena sumber utama penerimaan pajak kita saat ini adalah pajak orang pribadi," tuturnya.
Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta jiwa penduduk. Dari jumlah itu, baru 50-60 penduduk yang mempunyai NPWP. Dari jumlah itu pun tidak semua patuh membayar pajak.
"Potensi wajib pajak kita itu 50 sampai 60 juta orang, kalau yang terdaftar NPWP masih separuh, artinya masih banyak potensi dari situ. Jadi jangan selalu beralasan karena perlambatan ekonomi global," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya