Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Target 75 persen di 2019, inklusi keuangan diklaim 60 persen per 2017

Target 75 persen di 2019, inklusi keuangan diklaim 60 persen per 2017 Ilustrasi ATM dan kartu Kredit. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menargetkan inklusi keuangan hingga 2019 mencapai 75 persen. Posisi inklusi keuangan Indonesia sendiri saat ini berdasarkan survei internal Bank Indonesia telah mencapai 60 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Eni Panggabean, mengatakan inklusi keuangan yang terus meningkat berkat dukungan gerakan non tunai yang digalakkan oleh pemerintah.

"Sekarang itu sudah sekitar 50 persen sampai 60 persen. Karena gerakan non tunai terus kita galakkan dimana-mana dan itu menjadikan orang semakin mengenal non tunai," ujar Eni di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Senin (28/8).

Eni menjelaskan inklusi keuangan bertujuan menciptakan efisiensi dalam perekonomian. "Karena kita tahu bahwa ada korelasi positif antara non tunai ini dengan pertumbuhan ekonomi, kerena semakin cepat pergerakan suatu perekonomian tentu akan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Eni optimistis inklusi akan terus meningkat di masa mendatang. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama kementerian terkait. "Kami optimis nanti dengan tentunya kerjasama semua pihak kementerian dan SNKI dan juga dari perbankan semua mendukung itu," kata Eni.

Eni mencontohkan program elektronifikasi di seluruh jalan tol yang akan diterapkan pada Oktober mendatang, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan. "Salah satunya adalah elektonifikasi di jalan tol bulan Oktober. Harus tetap dikumandangkan, masyarakat harus mulai menggunakan transaksi non tunai," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP