Tantangan ekonomi 2017, harga minyak rendah & China belum jelas
Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil membeberkan beberapa tantangan yang masih akan dihadapi Indonesia di tahun 2017.
Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Indonesia di 2017 masih sama dengan kondisi dan tantangan Indonesia tahun 2016.
"Kita belum tahu (tantangan tahun 2017), tapi kelihatannya kondisi ekonomi dunia tidak akan jauh beda sampai 2017," kata Sofyan di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Rabu (13/4).
Tantangan di tahun 2017, menurut Sofyan masih banyak dipengaruhi oleh faktor perekonomian dunia atau eksternal, seperti kondisi ekonomi China dan harga minyak dunia.
"Harga minyak diperkirakan masih akan rendah, kemudian kondisi China juga belum terlalu jelas, Eropa sekarang ada ancaman Brexit (Britain Exit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa) misalnya, oleh sebab itu kita harus hati-hari betul dalam mendayung, dalam mengarahkan pembangunan kita agar mengelola ekonomi," papar Sofyan.
Meski demikian, Sofyan optimis Indonesia bisa menghadapi tantangan tahun 2017. Optimisme ini diperoleh dari hasil pertemuan dengan para investor yang mengaku masih optimistis dengan kondisi perekonomian Indonesia.
"Kemarin saya ketemu dengan forum investor, mereka mengatakan internal Indonesia ok, internal bagus sekali, dengan program-program deregulasi, bagus sekali. Ancaman atau tantangan terbesar bagi Indonesia adalah eksternal. Walaupun investor itu mengatakan 3 negara yang diperkirakan sangat potensial dan memberikan harapan di asia ini adalah India, Indonesia dan Filipina," ungkap Sofyan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya