Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanpa Pemasukan Imbas Corona, ASDP Hanya Bisa Bertahan Sampai Tengah Juni

Tanpa Pemasukan Imbas Corona, ASDP Hanya Bisa Bertahan Sampai Tengah Juni Aktivitas Kapal Feri. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, mengatakan saldo kas akhir pada bulan Maret tercatat Rp1,3 triliun. Jika dalam keadaan buruk, skenario perusahaan, maka ada saldo di angka Rp818 miliar. Pada posisi terburuk, rasio likuiditas ASDP yakni Rp236,4 miliar.

Dalam kondisi seperti ini perusahaan hanya bisa berjalan hingga pertengahan Juni 2021. Hal ini terjadi jika diasumsikan perusahaan sama sekali tidak ada pemasukan.

Namun, dia berpendapat hal ini tidak akan terjadi. Sebab pemerintah masih memperbolehkan aktivitas perjalanan untuk kebutuhan penyaluran logistik.

"Tapi saya pikir tidak terjadi kalau tidak dapat cash in sama sekali karena logistik tetap jalan," kata Ira dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (29/4).

Akibat Virus Corona, ASDP Telan Kerugian Pertama Kali Dalam Puluhan Tahun Terakhir

corona asdp telan kerugian pertama kali dalam puluhan tahun terakhir rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain itu, Ira menyampaikan sudah puluhan tahun perusahaan pimpinannya belum pernah mengalami kerugian. Namun, di tengah pandemi Covid-19 pada bulan Maret 2020 perusahaan jasa penyebrangan ini merugi hingga Rp68 miliar.

"ASDP tidak pernah rugi setelah sekian puluh tahun," kata Ira.

Ira menyebut sejak munculnya virus corona di Indonesia, pihaknya langsung melakukan sejumlah antisipasi. Salah satunya dengan melakukan stress tes terhadap sistem operasi.

Pada skenario pertama, pihaknya melakukan simulasi jika periode dampak pandemi ini berlangsung selama 3 bulan, yaitu sejak Maret-Mei 2020. Dalam kondisi ini diperkirakan ASDP akan mengalami kerugian hingga Rp68 miliar.

Pada skenario kedua dengan periode dampak Maret-Agustus 2020 ASDP memperkirakan akan mengalami kerugian hingga Rp291 miliar.

Sementara pada skenario ketiga, jika periode dampak mencapai 10 bulan yakni Maret-Desember 2020, maka jumlah kerugian yang dialami sebesar Rp478 miliar. "Jadi yang jadi pembeda di setiap skenario hanya periode dampaknya saja," kata Ira.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP