Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanpa Digitalisasi, Resesi di Indonesia Dinilai Bakal Lebih Dalam

Tanpa Digitalisasi, Resesi di Indonesia Dinilai Bakal Lebih Dalam Teknologi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, digitalisasi menjadi hal yang mutlak dalam situasi pandemi covid-19.

Menurutnya, tren digitalisasi ini menolong Indonesia dari resesi yang lebih dalam. Di mana masyarakat masih memiliki opsi untuk melakukan transaksi digital saat ada kebijakan PSBB. Sehingga roda perekonomian masih dapat berputar.

"Apabila kita tidka punya format digital itu kemudian kita menghadapi pandemi, saya yakin resesi yang sekarang akan lebih dalam lagi," ujar dia dalam media briefing penutupan Pekan Fintech Nasional 2020, Rabu (25/11).

Dia menambahkan, sebelum pandemi pemerintah memang telah menggalakkan digitalisasi. Namun diakui memang belum diimplementasikan secara menyeluruh. Sampai pada momentum pandemi ini, mendorong terwujudnya akselerasi digital.

"Yang sudah ditunjukkan di masa pandemi ini bahwa ekonomi keuangan digital itu merupakan sebuah alternatif economy activities yang real," imbuhnya.

Bahkan, Berdasarkan perkiraan Temasek, ekonomi digital ini akan tumbuh lebih besar usai pandemi covid-19. Di sisi lain, Erwin menyebutkan digitalisasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk inklusi keuangan. Dimana masih ada banyak masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan (unbankable).

"Kita masih punya puluhan juta orang yang unbanking, kita masih punya 69 juta UMKM, yang kalau kita tidak siapkan mereka akan menjadi loser pada saat era digital masuk. Mereka tidak boleh jadi loser karena merekalah tulang punggung nya. So, jangan kasih kendor," pungkas dia.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP