Tanpa Budidaya, Lobster Terancam Hilang dari Indonesia
Merdeka.com - Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor lobster terbesar di dunia. Sebab, wilayah perairannya didominasi terumbu karang yang menjadi habitat terbaik berbagai jenis lobster. Setidaknya ada 7 jenis lobster yang tersebar dari perairan Indonesia.
Yakni lobster pasir (Panulirus homarus), lobster batik (Panulirus longipes), Lobster batu (Panulirus penicillatus), lobster Pakistan (Panulirus polyphagus), lobster Mutiara (Panulirus ornatus), lobster Bambu (Panulirus versicolor), dan Lobster Batik (Panulirus femoristriga). Dari tujuh jenis tersebut jenis mutiara dan pasir menjadi yang paling potensial untuk dikembangkan.
"Lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang paling potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada di Indonesia," kata Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Rianta Pratiwi, dalam SAPA MEDIA bertema Memahami Potensi Lobster dari Perspektif Kelautan dan Sosial secara virtual, Jakarta, Senin (30/11).
Namun di balik nikmatnya daging lobster yang kaya gizi itu banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya kelestarian lobster dan habitat alam bawah laut. "Banyak kendala yang perlu kita hadapi terhadap kelestarian lobster tersebut," kata dia.
Pada akhirnya kesulitan dalam pembenihan menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Di lain pihak keberadaan benih di alam juga semakin terancam dan terus berkurang. "Produksi yang masih tergantung dari alam tetapi ini juga belum bisa diandalkan," kata dia.
Sehingga kelestarian lobster harus dijaga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap menjaga kelestarian alam antara lain tidak menangkap lobster yang berukuran kecil atau sedang bertelur.
Wadah penampungan sementara bagi lobster yang ditangkap tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Rianta mengatakan jika ditemukan lobster dengan kondisi tersebut wajib melepaskan kembali ke perairan.
Pelepasan dilakukan dengan cara hati-hati agar tidak menyebabkan cacat pada lobster. Sebab bila sampai cacat akan menurunkan harga jual. "Melepaskan secara hati-hati lobster yang tertangkap agar tidak cacat karena akan menyebabkan penurunan harga," tutur dia.
Lobster jadi Incaran Dunia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRianta melanjutkan, pangsa pasar lobster juga tidak hanya di dalam negeri. Melainkan sampai keluar negeri karena lobster mempunyai nilai gizi yang tinggi.
Keberadaannya yang melimpah di perairan tropis ini menjadikannya hewan yang diburu dan ditangkap. Tak sedikit pemburu lobster melakukan penangkapan dalam jumlah besar. "Hewan ini diburu dan ditangkap dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar," kata Rianta.
Sebagai komoditas ekonomi penting bagi konsumsi lokal maupun ekspor, pemenuhan pasar yang tinggi ini mendorong peningkatan upaya penangkapan lobster di alam. Tentunya ini juga merupakan aktivitas yang memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan nelayan.
"Permintaan dunia terus menerus meningkat, demikian juga dengan kebutuhan dalam negeri," kata Rianta.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya