Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak penuhi persyaratan, alasan Jepang gugur di proyek kereta cepat

Tak penuhi persyaratan, alasan Jepang gugur di proyek kereta cepat kereta cepat jepang. ©blogspot.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkap alasan proyek pembangunan kereta cepat malah digarap China dibanding Jepang. Pemilihan itu didasari karena tidak ada anggaran yang dikeluarkan pemerintah dalam proyek tersebut.

Jepang, kata Rini, dalam proposal investasinya meminta jaminan pemerintah untuk proyek kereta cepat. Maka itu, pihaknya lebih memilih China dengan alasan tersebut. Dirinya membantah bahwa itu merupakan bentuk penolakan kepada Negeri Matahari Terbit tersebut.

"Bukan ditolak (proposal Jepang), coba bahwa dikatakan ada dua proposal. Pada pemerintah hanya menekankan kereta cepat tidak menggunakan anggaran pemerintah, jaminan pemerintah. Proposal Jepang meminta jaminan pemerintah. Otomatis gugur enggak?" kata Rini di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Rini, Jepang meminta adanya jaminan dan pembiayaan pemerintah menggunakan Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, proyek kereta cepat menggunakan jalur business to business (B to B) dan jalurnya konsorsium BUMN.

Oleh sebab itu, Rini menampik tuduhan bahwa dirinya menolak proyek kereta cepat dikerjakan Jepang. Sebab, pemilihan China dianggap sudah sesuai keinginan pemerintah.

"Sekarang pemerintah mengatakan ini harus B to B itu jalurnya konsorsium BUMN melihat secara kalkulasi apa namanya, siapa yang bisa melakukan investasi. Apa bisa dilakukan atau tidak," terangnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP