Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak optimalnya FTZ Batam hilangkan potensi penerimaan pajak RP 20 T

Tak optimalnya FTZ Batam hilangkan potensi penerimaan pajak RP 20 T Tjahjo Kumolo. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan negara kehilangan potensi pajak Rp 20 triliun dari kawasan perdagangan bebas Batam. Maka dari itu, pemerintah berupaya merevitalisasi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) atau free trade zone (FTZ) Batam.

Menteri Tjahjo menambahkan Batam juga akan dipersiapkan untuk menyaingi negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dengan demikian, dia menilai harus ada langkah kebijakan yang lebih komperhensif yang dilakukan pemerintah untuk menata kawasan ekonomi Batam.

"Nanti akan ada rapat terbatas sekali lagi, baru pertengahan bulan (Januari) dilaporkan ke bapak presiden, yang satu melindungi investor yang sudah ada, dan melindungi jaminan kepastian hukum dan investor yang baru," kata Tjahjo di gedung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/1).

Selain itu, pemerintah juga harus menyelesaikan permasalahan dualisme antara Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dengan Badan Pengusaha Batam (BP Batam), yang selama ini menjadi kendala perkembangan kawasan pintu masuk perdagangan bebas tersebut.

"Bagaimana bisa kewenangan yang ada duplikasi pemerintah kota Batam dan otoritas Batam ada kewenangan pusat juga ada, sehingga tidak mencapai target. Pajak Rp 20 triliun hilang per tahun," imbuhnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP