Tak mampu sediakan lapangan kerja, masyarakat RI pilih buka UMKM
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI terpilih Sandiaga Uno mengatakan berdasarkan survey CPA Australia, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia lebih unggul dibandingkan negara-negara lain di ASEAN. Dia mencatat, jumlah UMKM dalam negeri mencapai 58 juta unit, lebih besar dari jumlah UMKM di Thailand yang hanya mencapai 3,5 juta unit.
Meski begitu, menurutnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Dia menilai, banyaknya UMKM di Indonesia justru diakibatkan karena kurangnya lapangan pekerjaan di Tanah Air. Sehingga masyarakat memilih membuka UMKM untuk mendapat penghasilan.
"Kadang-kadang kita bangga dan ini saya selalu ingatkan kepada Pak Menteri dan pemangku kepentingan. Seharusnya kita tidak bangga, kenapa jumlahnya hanya 58 juta unit karena kita tidak mampu menghadirkan lapangan kerja formal yang mampu berdaya saing. Sehingga akhirnya pengusaha-pengusaha UMKM lahir karena keterpaksaan," kata Sandi di gedung BEI, Jakarta, Senin (24/7).
Untuk itu, Sandi berharap UMKM dalam negeri bisa menaikkan kualitasnya sehingga mampu menyediakan lapangan kerja di Indonesia. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, Indonesia akan memiliki 60 juta unit UMKM dalam kurun waktu 5 tahun.
"Jadi saya percaya UMKM kita harus didorong go public untuk meningkatkan karena ASEAN akan menjadi pasar yang besar. Kita harus juara dan jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita harus meningkat dari segi saving society menjadi investing society," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya