Tak ada sinergi jadi sebab nasib industri galangan kapal terpuruk
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau agar industri galangan kapal di Indonesia bisa bersinergi. Menurutnya, industri ini diyakini mampu membangun kapal untuk memperkuat maritim nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, terdapat 69 Terminal Khusus (tersus) dan 29 dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) yang difungsikan sebagai galangan kapal. Namun, dengan jumlah tersebut justru membuat ekonomi industri galangan kapal menjadi terpuruk.
"Kemarin saya ke Batam untuk mengamati jumlah Tersus dan DUKS tersebut, dan beberapa belum mendapatkan izin. Oleh karena itu saya minta untuk bersinergi. Karena kalau kita makin banyak menggunakan pelabuhan, bukannya tambah kuat justru skala ekonomi industri itu tidak tercapai," kata Menteri Budi di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/9).
"Oleh karena itu saya mengimbau bapak-bapak juga memberikan dorongan kepada industriawan agar bersatu tidak sendiri-sendiri. Dan dengan terpisahkan, selain ekonomi tidak tercapai, bisa terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Di Batam ada 100 pelabuhan," imbuhnya.
Dengan adanya sinergi ini, maka industri galangan kapal bisa saling menutup jika ada pekerjaan yang terbengkalai. Mengingat, perusahaan galangan kapal dapat membangun dan memproduksi tipe kapal sampai ukuran 5000 DWT atau sebanyak 50 persen dari galangan kapal.
"Ruang industri kapal sangat terbuka dengan asas cabotage dapat meningkatkan jumlah kapal nasional dari 6.000 unit di 2004 menjadi 56 ribu yang kita harapkan terjadi pada tahun ini," jelas Menteri Budi.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya