Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahun lalu, 30 persen SPBU di Pantura Jawa curang jualan bensin

Tahun lalu, 30 persen SPBU di Pantura Jawa curang jualan bensin antrean di SPBU. ©2014 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah mencatat sebanyak 30 persen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di pantai utara atau pantura Jawa melakukan kecurangan, tahun lalu. Di mana, SPBU mengurangi takaran bensin.

"Dari pengawasan yang kami lakukan di Pantura pada 2015 itu pelanggarannya 30 persen dari jumlah SPBU," kata

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo saat ditemui di BPH Migas, Jakarta, Selasa (16/2).

Dia menjelaskan, banyak SPBU menggunakan tera meter tidak sesuai. Sekedar ilustrasi, jika konsumen membeli bensin sebanyak 10 liter, maka angka terdapat di tera meter sebesar itu.

Namun, faktanya, bensin yang diterima konsumen kurang dari itu.

"Pelanggarannya itu melampaui ambang batas 0,5 persen. Rata-rata terakhir 2 persen. Jadi 7 persen dia pelanggarannya," imbuh Widodo.

Menurutnya, pemerintah bisa mengenakan sanksi kepada SPBU yang kedapatan curang.

"Ada surat peringatan, teguran dan seterusnya, kemudian dia di tera ulang lagi, jadi proses atau prosedur itu bisa kami lakukan. Itu 3 kali peringatan," katanya.

"Di Jakarta waktu itu metrologi Jakarta sempat nutup SPBU karena memang pelanggarannya cukup besar."

Sekedar informasi, sebanyak 6 ribu SPBU tersebar di Indonesia. Sekitar 60 persen berada di Jawa.

Dari total SPBU beroperasi di Jawa, sebanyak 60 persen diantaranya terdapat di Pantura.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP