Tahun ini, SKK Migas putus kontrak 35 WK migas
Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan sebanyak 35 Wilayah Kerja (WK) akan dihentikan atau terminasi kontraknya pada tahun ini. Saat ini, 35 WK tersebut masih dalam tahap eksplorasi.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan terminasi dilakukan lantaran kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut belum menemukan cadangan baru. Selain itu, kontraktor tidak ada kemajuan dalam menggarap WK tersebut. Padahal, dalam kontrak diberi waktu selama tiga tahun untuk pencarian sumber daya alam.
"Tahun ini ada 35 WK yang diterminasi karena tidak ada discovery (cadangan baru). Karena tidak terpenuhi secara otomatis terminasi," ujar Taslim di Jakarta, Rabu (15/2).
Namun, dia enggan membeberkan wilayah mana saja yang akan diterminasi tersebut. Menurutnya, wilayah kerja migas itu lebih banyak digarap oleh perusahaan lokal. Setelah terminasi, maka wilayah tersebut dikembalikan ke negara.
"(WK itu) nanti akan ditawarkan lagi, kalau Pertamina kan punya keistimewaan meminta pengelolaan wilayah kerja migas," katanya.
Dia menambahkan keputusan terminasi itu tidak akan merugikan negara. Alasannya, negara belum membayar sepeser pun biaya penggantian atas eksplorasi alias cost recovery. Malahan, negara diuntungkan karena mendapat data dari kontraktor.
"Belum ada kerugian karena belum cost recovery. Justru negara untung karena ada data yang didapat untuk studi," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya