Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahun ini, Pertamina targetkan jual pertalite 15.000 KL per hari

Tahun ini, Pertamina targetkan jual pertalite 15.000 KL per hari Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang. ©2015 merdeka.com/novita intan sari

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menargetkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite sebesar 15.000 kiloliter (KL) per hari pada 2016. Jumlah ini naik 275 persen dibandingkan realisasi penjualan 2015 sebanyak 4.000 KL.

Selain pertalite, Pertamina juga memproyeksikan peningkatan penjualan produk pertamax series, seperti pertamax, pertamax plus dan pertamax dex. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan tantangan Pertamina dalam pemasaran BBM saat ini adalah peralihan masyarakat dari pengguna premium ke pertamax atau pertalita. Apalagi, kata dia, harga minyak dunia saat ini tengah mengalami penurunan.

"Hingga saat ini, pertalite telah dipasarkan di 2.133 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kurun waktu kurang dari lima bulan sejak diluncurkan," kata dia di Jakarta, Minggu (17/1).

Menurut dia, pertalite yang mulai dipasarkan Pertamina pada Juli 2015 memiliki research oktane number (RON) 90 atau lebih tinggi dibanding premium yang memiliki RON 88. Saat ini Pertamina menjual pertalite Rp 7.900 per liter, premium Rp 7.050 per liter dan pertamax Rp 8.500 per liter.

Selain memacu penjualan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan peran SPBU untuk memasarkan seluruh produk-produknya, seperti pelumas dan elpiji. Pertamina juga akan mengembangkan strategi channel modern untuk memasarkan produk-produk ritelnya. SPBU akan dikembangkan seperti restoran-restoran cepat saji yang bisa melayani pesan antar. Untuk itu, Pertamina telah menggandeng GoJek. "Sekarang kita benahi sistem teknologi informasinya. Jadi produk-produk yang dijual Pertamina bisa langsung sampai ke konsumen," jelas dia.

Sementara itu, Pakar Pemasaran Rhenald Kasali mengatakan Pertamina diuntungkan oleh jaringan infrastruktur yang sudah masif di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemasaran produknya tidak banyak mengalami kesulitan.

"Sekarang tinggal bagaimana mengembangkan teknologi agar produk-produk yang dipasarkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen," kata Rhenald.

Menurut Rhenald, Pertamina telah melakukan langkah tepat dengan meluncurkan produk pertalite untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan premium dengan RON lebih tinggi. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP