Tahun Ini, Kemenhub Ajukan Sertifikasi Internasional 25 Jembatan Timbang
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan tengah mengajukan sertifikasi internasional terhadap 25 jembatan timbang untuk meningkatkan standar pelayanan jembatan timbang guna mengawasi muatan angkutan barang. Sehingga dapat lebih mudah menindaklanjuti truk kelebihan muatan atau over dimension over load (ODOL).
"Kami menggunakan ISO 9001:2015 untuk pelayanan mutu. Tahun ini, kami sedang sertifikasi internasional, tahun lalu sudah mulai ada 1, tahun ini ada 25 jembatan timbang," kata Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Risal Wasal dalam diskusi virtual, Kamis (3/12).
Meski demikian, Risal tidak membeberkan secara rinci jembatan timbang mana saja yang akan disertifikasi. Namun, pihaknya sedang menyiapkan penerapan Weight In Motion (WIM) untuk memudahkan proses identifikasi kendaraan, terutama yang kelebihan muatan, secara otomatis menggunakan teknologi.
"Jadi begitu mereka lewat, langsung dapat (informasi) berapa berat, tinggi, panjangnya, berapa besar pelanggarannya. Secara sistem langsung terkumpul, kalau dia melanggar, nanti petugas di jembatan timbang bisa langsung menindak," katanya.
Saat ini, pihaknya telah melakukan uji coba penerapan WIM di beberapa lokasi, yaitu 1 di jalan tol, 1 di jalan nasional menuju Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), 1 di Indramayu, dan 1 di Jawa Timur. Jembatan timbang ini dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi truk untuk beristirahat dan memarkirkan truknya dalam kondisi yang aman.
"Bapak dan Ibu pengusaha truk, yang melalui jalut utara, bisa memanfaatkan jembatan timbang ini untuk pengemudinya bisa istirahat di sana dan parkir dalam kondisi yang aman. Sepanjang nggak melakukan pelanggaran, mereka bisa memanfaatkan jembatan timbang," tandasnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya