Tahun depan, minyak goreng sawit harus dicampur Vitamin A
Merdeka.com - Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) mendorong Pemerintah untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat dengan fortifikasi pangan. Fortifikasi pangan sendiri merupakan penambahan beberapa zat gizi pada pangan.
Peningkatan gizi yang saat ini didorong adalah minyak goreng sawit dengan vitamin A. Dorongan gizi ini akan dimulai pada 2016.
"Vitamin A dibutuhkan setiap hari oleh tubuh, terutama pada masa di dalam kandungan (ibu hamil), bayi, balita, serta anak-anak. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah sakit dan tubuh terganggu pertumbuhan fisik dan mental, " ujar Ketua KFI, Sukirman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/12).
Di Indonesia sudah ada tiga komoditi yang diwajibkan Pemerintah untuk fortifikasi yaitu garam dengan zat iodium pada 1994, tepung terigu dengan zat besi, zat seng, asam folat, vitamin b1 dan b2 seluruhnya pada 2001 dan terakhir minyak sawit.
"Khusus untuk fortifikasi minyak goreng sawit dengan vitamin A, kita mendapatkan hibah dari organisasi badan dunia, Global Alliance for Improbed (GAIN) dan sebagian Pemerintah terutama Kemenkes," ujar Sukirman.
Dia mengaku KFI berpartisipasi aktif menurunkan kemiskinan melalui program kesehatan dan gizi masyarakat dalam program pembangunan Pemerintah.
"Secara nyata kita memberi bantuan vitamin A dan peralatan untuk pengawasan mutu sebagai insentif kepada 20 persen dari produsen minyak goreng sawit dan menguasai kurang lebih 65 persen pasar minyak goreng sawit," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya