Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahun depan, industri pelayaran nasional andalkan proyek pemerintah

Tahun depan, industri pelayaran nasional andalkan proyek pemerintah

Merdeka.com - Asosiasi pemilik kapal nasional (INSA) menilai kinerja industri pelayaran nasional masih stagnan, tahun depan. Ini lantaran harga komoditas diperkirakan belum akan membaik.

"Di 2016, industri pelayaran cenderung stagnan. Angkutan komoditas belum akan membaik karena harga jual minyak mentah dunia sedang rendah. Kondisi ini menyebabkan kapal angkutan komoditas seperti batu bara dan lepas pantai atau offshore kesulitan mendapatkan muatan," kata Ketua Umum INSA Johnson W Sutjipto, di Jakarta, kemarin.

Menurut Johnson, industri pelayaran nasional akan banyak bergantung pada proyek infrastruktur pemerintah. Ini menyusul komitmen pemerintah menggenjot penyerapan anggaran belanja sejak awal tahun depan.

"Pengangkutan material konstruksi seperti semen akan banyak menggunakan general kargo."

Selain itu, dia juga memerkirakan, kinerja angkutan laut untuk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bakal membaik. Mengingat program pengembangan bahan bakar nabati yang digenjot pemerintah dan Pertamina membutuhkan banyak pasokan CPO sebagai bahan baku.

Johnson mengakui, tahun ini, bisnis pelayaran nasional menghadapi tekanan. Ini terlihat dari penurunan pengapalan komoditas primer, semisal batu bara, Indonesia.

Sebagai gambaran, sekitar 100 kapal menganggur di sepanjang Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Itu sejak anjloknya kinerja sektor pertambangan dan mineral. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP