Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tabung gas 3 kg rawan bocor di tengah jalan

Tabung gas 3 kg rawan bocor di tengah jalan elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Belum lepas dari ingatan kita, istilah bom molen. Istilah itu sebagai bentuk sindiran pada tabung gas 3 Kg karena sering meledak hingga imbasnya menghanguskan rumah warga.

Penyebabnya beragam, mulai dari pemasangan yang tidak benar hingga kerap terjadi kebocoran pada tabung gas. Tabung gas 3 kg sering meledak karena memang rentan bocor.

Merdeka.com mencoba menelusuri proses pengisian, pengawasan dan perawatan tabung gas bersubsidi tersebut. Salah satu petugas operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Ciputat Subagio menjelaskan, perawatan tabung menjadi salah satu tugas dan pekerjaannya.

Pengecekan fisik selalu dijalankan. Pihaknya dengan mudah mengetahui jika tabung gas yang diisi mengalami kebocoran. "Kalau bocor di sini langsung ganti, soalnya ketahuan. Kalau bocor kan lama keisinya (saat pengisian gas)," ujar Subagio kepada merdeka.com, Rabu (27/5).

Namun tanggung jawabnya terhadap tabung gas 3 kg selesai setelah truk pengangkut gas-gas tersebut meninggalkan SPBE. "Kalau di sini sudah rapi, tapi tidak tahu kalau (bocor) di jalanan," katanya.

Subagio menceritakan, di SPBE ada bagian khusus yang melakukan pengecekan fisik tabung. Jika tak memungkinkan digunakan kembali, maka harus diganti dengan tabung lainnya.

"Kan ada bagian tester, dia yang mengecek, nanti hasilnya dikasihkan ke bagian repair untuk dicat lagi," ucapnya.

Subagio menerangkan, pekerjaan yang dilakukan di SPBE diawasi ketat Pertamina. Karena setiap sudut ruangan pengisian dipasangi camera circuit television (CCTV).

"Pengawasan di sini dari Pertamina. Di mana-mana kan ada kamera. Setiap bulan rekamannya diambil (sama Pertamina)," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP