Susi Pudjiastuti: Kerja Saya Sering Dibully, Tapi Kita Jadi Standard Perikanan Dunia
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengakui selama menjabat sebagai orang nomor satu di KKP, banyak tekanan yang dirasakan. Khususnya ejekan (perundungan/bully) dan hoaks dari berbagai pihak tentang kinerjanya.
"Saya fikir dan mencoba bikin kita terhormat di mata asing, ini dibully. Paling sering kena bully, kalau mau perbaiki sesuatu ya saya. Tapi sekarang jadi standard dunia. Dunia mengaku belajar dari kita," kata Menteri Susi di Kantor Kepala Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2).
Dia mencontohkan perundungan yang dia terima soal neraca perdagangan perikanan di Indonesia yang dianggap tak membanggakan pasca kebijakan Menteri Susi menenggelamkan kapal-kapal berbendera asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
"Neraca perdagangan lagi, neraca kita nomor 1 di Asia Tenggara. Itu kekuatan nasional. Jadi kalau dibilang antek asing, di perikanan itu, No! Tugas KKP menjaga sumber daya alam, laut, perikanan dan ada banyak," .
Serangan lain diceritakan Menteri Susi seperti pasca dirinya mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan cantrang. Banyak pihak yang justru memjadikan hal ini sebagai bahan hoaks.
"Soal cantrang, kanan kiri bikin hoaks, katanya nelayan tidak bisa melaut, saya bilang bohong, politikus main tekan kita," tegas Menteri Susi Pudjiastuti.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya