Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Susi nilai masyarakat anggap korupsi hal biasa

Susi nilai masyarakat anggap korupsi hal biasa Susi Pudjiastuti. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Korupsi seperti kanker ganas, diam-diam sudah menjalar ke seluruh sendi kehidupan masyarakat. Celakanya, masyarakat cenderung permisif terhadap tindakan tergolong kejahatan luar biasa itu.

"Korupsi terus menerus terjadi, society itu malah menganggap hal yang biasa," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat peringatan hari antikorupsi sedunia di kantornya, Jakarta, Jumat (5/12).

Masyarakat, lanjut Susi, baru menyadari betapa bahayanya korupsi saat negara sudah diambang kehancuran. Korupsi mampu menggerogoti sistem birokrasi yang awalnya dibuat dengan tujuan baik.

"Banyak negara besar hancur karena korupsi," katanya. "Saat semua jatuh sampai ke bawah, people baru mulai sadar."

Dia menjelaskan mengapa ekspor ikan Tanah Air hanya menduduki peringkat lima di Asean. Sementara, Indonesia memiliki laut terpanjang kedua di dunia. "Itu karena kita membiarkan kolusi, korupsi, dan nepotisme terjadi."

Atas dasar itulah, selama minggu-minggu awal menjabat menteri, Susi lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Dia fokus membuat kebijakan yang memudahkannya membenahi kelautan dan perikanan Indonesia.

"Saya sangat tidak terbiasa dengan segala macam birokrasi, itu kenapa dua minggu saya banyak di kantor membuat policy," ucapnya. "Salah satu yang saya buat adalah transparansi data kapal."

Dia melanjutkan, selama ini pemerintah tidak memiliki data kapal asing. Setelah itu, Susi kemudian melakukan moratorium izin penangkapan ikan oleh kapal asing untuk enam bulan ke depan.

"Tanpa moratorium saya tidak bisa membenahi kelautan," tandasnya. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP