Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei: Mayoritas Publik Ingin Pemerintah Aktif Kurangi Jumlah Perokok

Survei: Mayoritas Publik Ingin Pemerintah Aktif Kurangi Jumlah Perokok rokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Philip Morris International Inc. (PMI), perusahaan tembakau kelas dunia baru saja merilis kajian baru berjudul 'Unsmoke Your Mind: Pragmatic Answers to Tough Questions for a Smoke-Free Future'. Hasil dari kajian tersebut menunjukkan minat publik yang tinggi terhadap adanya sains dan informasi yang terbuka serta kebijakan yang didasari fakta ilmiah terhadap produk alternatif bebas asap.

"Produk alternatif bebas asap menawarkan pendekatan yang masuk akal bagi tujuan kesehatan masyarakat," kata Direktur Operasional PMI, Jacek Olczak dalam konferensi pers di Davos.

Kajian itu dilakukan oleh perusahaan riset independen, Povaddo LCC. Survei tersebut dilakukan terhadap 17.251 orang dewasa berusia 21-74 tahun di 14 negara. Sebanyak 9 dari 10 responden (87 persen) setuju bahwa ketika mengembangkan peraturan, pembuat kebijakan, dan badan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan keseluruhan bukti dan kajian ilmiah yang berkaitan dengan rokok elektrik dan produk tembakau yang tidak dipanaskan.

Selanjutnya, hasil tersebut juga menyimpulkan sekitar 89 persen responden setuju bahwa sebelum memperkenalkan rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan kepada konsumen, para produsen harus melakukan penelitian ilmiah yang komprehensif terhadap produk mereka masing-masing.

"Bagi PMI, penelitian ini memperkuat pentingnya transparansi dalam berbagai ilmu pengetahuan dibalik produk bebas asap milik kami, menjadikannya terbuka untuk semua, baik pemerintah, pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, atau masyarakat umum," tegas Olczak.

Ciptakan Alternatif

Olczak menambahkan sains dan teknologi telah menciptakan alternatif yang lebih baik daripada rokok dan pria serta wanita (perokok dewasa) harus memiliki akses ke produk tersebut. Menghalangi mereka untuk mengakses ke produk yang lebih baik dan berbasis ilmiah ini, berarti mereka tidak ada pilihan lain selain terus merokok.

Adapun ke-14 negara yang disurvei oleh Povaddo meliputi, Argentina, Australia, Brasil, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Norwegia, Rusia, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Survei tersebut dilakukan dari 4 Desember 19 Desember 2019. Adapun margin kesalahan dari penelitian tersebut +/- 0,75 persen, dengan interval kepercayaan 95 persen.

Pada 2019 lalu, PMI juga telah mengeluarkan kajian yang berjudul "Unsmoke: Clearing the Way for Change". Dua poin utama pada kajian tersebut adalah dampak merokok pada hubungan pribadi dan kurangnya informasi yang tersedia tentang produk bebas asap.

"Saat ini ada banyak informasi yang salah beredar tentang produk bebas asap, dan ini menyebabkan kebingungan. Ini adalah salah satu rintangan terbesar yang dihadapi dunia untuk menjadi bebas asap," kata Olczak kala itu.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP