Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei Kemenhub: 34,6 Juta Orang akan Bepergian Jelang Akhir Tahun

Survei Kemenhub: 34,6 Juta Orang akan Bepergian Jelang Akhir Tahun Arus balik di Tol Cikampek. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan menunjukkan masih ada 13 persen atau setara 34,6 juta orang yang akan melakukan perjalanan di akhir tahun 2021. Pergerakan masyarakat ini diperkirakan karena berbagai lokasi wisata akan dibuka mengingat kasus harian Covid-19 mengalami tren penurunan.

"Diperkirakan akan terjadi pergerakan masyarakat pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, karena berbagai lokasi wisata rencananya akan dibuka," Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno di Jakarta, Kamis (4/1).

Di sisi lain, vaksinasi Covid-19 juga membuat masyarakat lebih percaya diri untuk keluar dari rumah dan melakukan perjalanan antar kota maupun provinsi. "Masyarakat semakin percaya diri karena sudah mendapat suntikan vaksin," kata dia.

Berdasarkan jenis pekerjaan, potensi pergerakan tertinggi berasal dari mereka yang berstatus karyawan swasta yakni 27,65 persen. Diikuti pelajar/mahasiswa 18,27 persen, pekerja dengan penghasilan harian/tidak tetap 13,16 persen, ibu rumah tangga 9,21 persen, wirausaha/pedagang 9,02 persen, dan belum dapat pekerjaan 8,9 persen.

Alasan masyarakat melakukan perjalanan terbanyak untuk pulang kampung sebesar 30,2 persen. Lalu untuk berlibur 24 persen, merasa jenu dengan rutinitas selama pandemi 17,6 persen, melakukan perjalanan dinas 15,5 persen.

Sementara yang melakukan perjalanan di akhir tahun untuk merayakan natal hanya 9,6 persen. Sedangkan yang menjalani tradisi natal dan tahun baru di luar kota hanya 2,9 persen.

Berdasarkan asal perjalanan terbesar tetap dari Kawasan Jabodetabek, yakni 34,87 persen. Diikuti Jawa Timur 20,28 persen, Jawa Tengah 20,17 persen, Jawa Barat 16,15 persen, DI Yogyakarta 3,19 persen, Bali 2,2 persen, Banten 1,43 persen. Sisanya 1,71 persen perjalanan selain 7 daerah itu.

Daerah tujuan perjalanan masih tertinggi ke Jawa Tengah 24,15 persen, Jawa Timur 19,26 persen, Jawa Barat 18.39 persen, Jabodetabek 16,54 persen, DI Yogyakarta 6,89 persen, Bali 3,91 persen, Banten 1,96 persen, Sumatera Utara 1,48 persen, Lampung 1,26 persen. Sisanya 6,16 persen ke daerah lainnya.

Tujuan perjalanan, pilihan tertinggi 10 daerah tujuan perjalanan, yaitu Kab. Bandung 3,58 persen, Kab. Bogor 3,57 persen, Kota Yogyakarta 3,04 persen, Kota Adm. Jakarta Selatan 2,26 persen, Kota Bandung 2,08 persen, Kab. Malang 1,92 persen, Kota Surakarta 1,92 persen, Kota Denpasar 1,80 persen, Kota Adm. Jakarta Timur 1,72 persen dan Kota Adm. Jakarta Pusat 1,69 persen.

Moda atau sarana transportasi yang digunakan terbanyak sepeda motor 35,4 persen. Diikuti mobil pribadi 21,7 persen, angkutan umum/nus/angkot 13,5 persen, KA antar kota 8,4 persen, pesawat terbang 7,7 persen, mobil sewa 6,3 persen, mobil travel 3,4 persen, kapal laut 1,2 persen, mobil angkutan sewa khusus (taksi online) 0,8 persen, kereta perkotaan (KRL, MRT, LRT) 0,7 persen, angkutan lainnya 0,5 persen, kapal penyeberangan 0,4 persen dan taksi regular 0,1 persen.

Sebagai informasi, survei yang dilakukan Litbang Kementerian Perhubungan dilakukan pada 11-20 Oktober 2021. Survei dilakukan 1-2 kali untuk mendapatkan pola pergerakan terkini hingga mendekati masa Nataru tahun ini. Hasil survei ini masih bisa mengalami perubahan seiring dengan adanya beberapa perubahan kebijakan dari pemerintah.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP