Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei: Di Paman Sam, gaji pekerja kulit putih dan Asia naik cepat

Survei: Di Paman Sam, gaji pekerja kulit putih dan Asia naik cepat Ilustrasi pekerja. Shutterstock/wissanustock

Merdeka.com - Kesenjangan gaji antarras masih terjadi di Amerika Serikat. Dalam delapan tahun terakhir, gaji pekerja ras kulit putih dan Asia meningkat lebih cepat ketimbang hispanik, negro, dan Indian-Amerika.

Meskipun, para pekerja itu memiliki predikat sama: Master of Business Administration dari sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, semacam Harvard Business School, Wharton School dan lainnya.

Demikian diungkap Bloomberg, kemarin, berdasarkan hasil survei kepada 12.700 alumni dari sekitar 100 sekolah bisnis. Itu merupakan bagian dari survei tahunan Bloomberg terkait sekolah bisnis terbaik.

Pada 2015, pekerja hispanik, negro, dan Indian-Amerika yang berjumlah 11 persen dari total responden, mendapatkan gaji USD 150 ribu. Sementara, pekerja kulit putih dan Asia mendapatkan USD 172 ribu.

Padahal, delapan tahun lalu, mereka memiliki penghasilan sama. Rata-rata USD 105 ribu.

Salah satu penyebab diskriminasi tersebut adalah kebanyakan responden bekerja di industri keuangan. Berdasarkan data Bloomberg, industri tersebut memang paling diskriminatif dalam memberikan renumerasi.

Pekerja hispanik, negro, dan Indian-Amerika di industri keuangan hanya mendapat gaji USD 48.500. Lebih rendah dari koleganya yang berkulit putih dan Asia.

Hanya ada tiga sektor pekerjaan yang menggaji pekerja hispanik, negro, dan Indian-Amerika lebih besar ketimbang kulit putih dan Asia. Yakni, real estate, manufaktur, dan pemerintahan.

Sayang, tahun lalu, hanya sekitar 8 persen lulusan sekolah bisnis memilih bekerja di tiga sektor tersebut. Jauh di bawah sektor jasa keuangan dan konsultasi, menjadi pilihan 44 persen lulusan. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP