Suku Bunga BI Tetap, Rupiah Ditutup Menguat Di Level Rp14.341 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 23 poin di level Rp14.341 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.364 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp14.320 hingga Rp14.380 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan bulan ini. Namun ke depan, kemungkinan bakal searah dengan tren kebijakan moneter global menaikkan suku bunga acuan.
"BI 7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5 persen," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Kamis (20/1).
Suku bunga acuan bertahan di 3,5 persen sejak Februari 2021 atau hampir setahun. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka. Namun tidak akan selamanya BI mempertahankan bunga acuan.
"Pelaku pasar memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan mulai naik pada pertengahan 2022 , sebanyak 50 basis point. Namun kenaikan ini akan tergantung dari perkembangan inflasi domestik," jelas Ibrahim.
Faktor Eksternal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDolar Amerika Serikat (USD) melemah pada hari ini karena reli minggu ini dalam imbal hasil Treasury AS berhenti didorong oleh harga komoditas yang tinggi dan berlanjutnya optimisme tentang pertumbuhan ekonomi global di masa depan.
The Fed secara luas diperkirakan akan memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebulan lalu untuk mengekang inflasi yang terus tinggi. Inflasi ini sekarang menjadi ancaman terbesar bagi ekonomi AS pada 2022, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Fed berikutnya, yang akan diturunkan pada 26 Januari. Keputusan kebijakan dari bank sentral di Indonesia, Malaysia, Norwegia, Turki, dan Ukraina akan jatuh tempo di kemudian hari.
"Pada komoditas lainnya, harga minyak mentah berada dalam tren yang meningkat dan berkontribusi terhadap kekhawatiran inflasi," tandas Ibrahim.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya