Sukses jual mie instan, Gita incar pasar modern Afrika
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku gembira melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan ekspor Indonesia ke Afrika pada triwulan I-2013. Tidak puas sampai di situ, Gita berjanji akan terus menggenjot ekspor tersebut di triwulan berikutnya.
Gita memaparkan, beberapa produk buatan Indonesia yang laris di Afrika adalah mi instan, otomotif, dan alas kaki. Hal itu membuktikan produk Tanah Air berhasil memasuki pasar non-tradisional. Untuk menjaga momentum positif misi dagang bakal dijalankan dalam waktu dekat.
"Jadi ke depannya kita akan terus diversifikasi ke pasar-pasar non-tradisional. Tapi kalau kita lebih membutuhkan kita harus menjalankan misi dagang yang lebih intensif. Dalam waktu dekat kita akan melakukan misi dagang ke Afrika ke beberapa negara," ujarnya di kantornya, Jumat (17/5).
Mendag menilai larisnya produk-produk Indonesia di Afrika karena harganya murah dan belum ada di pasaran Benua Hitam itu. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Afrika juga sedang tinggi, sehingga konsumsinya besar.
"Afrika ini dahsyat pertumbuhan ekonominya. Afrika itu 7 dari 10 negara perekonomiannya tumbuh paling pesat di dunia dalam satu dekade terakhir. Itu ada di Afrika. Dan kelihatan sekali produk2 kita sangat diminati oleh mereka. Produk kita lebih murah atau relatif belum ada di pasar-pasar Afrika," kata Gita.
Negara Afrika sendiri sangat serius menjalin relasi dagang dengan Indonesia. Beberapa waktu lalu, delegasi Mozambik sudah menyambangi Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan aktivitas ekspor-impor.
Dalam misi dagang itu, produk yang akan jadi unggulan adalah mobil, baik suku cadang maupun mobil jadi yang dirakit di Tanah Air. "Spare partnya iya, mobilnya juga iya. Ekspor otomotif tahun lalu kan pertumbuhannya hampir mencapai 50 persen. Itu ekspornya ke Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya