Suka duka Arcandra Tahar jadi Wamen ESDM
Merdeka.com - Arcandra Tahar mengakui ada banyak hikmah yang dia petik sepanjang perjalanan kariernya sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini dia sampaikan dalam kesempatan bincang-bincang bersama jurnalis, di Ruang Pers, Kementerian ESDM.
"Yang paling susah (selama jadi Wamen) itu menahan amarah. Kenapa kadang-kadang ditanyakan sesuatu yang kadang-kadang tidak tahu tapi kadang-kadang tahu, kadang-kadang ada niat menguji kesabaran," ungkapnya di Jakarta, Jumat (23/2).
Bagi pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 10 Oktober 1970 silam, hal yang mesti dipegang teguh adalah konsisten dalam mengambil dan menjalani kebijakan. "Konsisten untuk mengatakan yang benar itu benar yang salah ya, salah. Apa yang saya harapkan dari teman sekitar. Kalau suatu saat ada yang berbeda antara ucapan dan perbuatannya mohon saya diingatkan," kata dia.
Sama seperti orang lain, Arcandra pun punya tokoh-tokoh idola. Sebagian besar tokoh idolanya adalah tokoh-tokoh nasional, seperti duet pendiri bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta.
"Saya suka baca Bung Hatta dari sisi kejujuran integritas kemudian cara berpikir. Kemudian kalau masalah founding father salah satunya bung Karno juga walaupun berbeda pendapat bisa menyatu saling mengisi," ujarnya.
"Buya Hamka yang saya juga baca punya kepribadian yang sangat kuat berani mengatakan yang benar dan berani menanggung resiko," tandas dia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya