Sugih Energy akui lebih suka kelola migas di Sumatera
Merdeka.com - Menyadari posisinya sebagai pemain baru di bidang hulu minyak dan gas (migas) PT Sugih Energy Tbk (SUGI) mengaku belum akan merambah eksplorasi di lepas pantai. Fokus utama perusahaan nasional itu diarahkan pada blok-blok di Sumatera yang sudah memiliki jaringan infrastruktur bagus.
Presiden Direktur Sugih Energy Adhika Anindyaguna menilai strategi pihaknya sangat wajar sebagai perusahaan baru di bidang hulu.
"Sebagai perusahaan yang baru berkembang, wajar bila kami memilih fokus di on-shore. Kita mulai mengembangkan blok migas di Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Riau, selain mempunyai tingkat risiko lebih rendah, infrastruktur Sumatera sudah baik. Nemu 5 juta barel di Sumatera akan lebih ekonomis dibanding nemu 5 juta di lepas pantai," ujarnya dalam jumpa pers di sela-sela Pameran Indonesia Petroleum Association, JCC Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).
Selain ketersediaan infrastruktur, seperti jaringan pipa yang sudah siap pakai, Anindyaguna menilai, keunggulan Sumatera adalah potensi migas yang konkret dan cadangannya yang besar.
"Sumatera menjadi daerah yang memproduksi 40-50 persen minyak nasional. Kita meyakini strategi sumatera ini akan menjadi keunggulan kita selaku perusahaan nasional," paparnya.
Meski memilih fokus di on-shore kawasan barat Indonesia, Sugih Energy tidak menampik keinginan untuk terjun ke eksplorasi di kawasan timur Indonesia ketika sudah memiliki kapitalisasi yang memadai dari blok yang mereka punya di Sumatera. "Ke depannya kita tetap melihat untuk melakukan investasi di Indonesia bagian tengah dan bagian timur," kata Anindyaguna.
Sugih Energy saat ini mengelola dua blok migas, yaitu Blok Lemang PSC, Jambi, dengan kepemilikan 49 persen, dan status kepemilikan 100 persen Kalyani PSC di Riau. Dari dua kali pengeboran, Sugih berhasil menemukan kandungan migas di Sumur Selong, Blok Lemang dengan kapasitas produksi 16,8 MMFCD gas dan 790 barel minyak per hari. Sementara di Sumur Akatara-1 Blok Kalyani, perusahaan yang dimiliki Erros Djarot memproduksi gas 11 MMFCD, dan minyak 380 barel per hari.
Perusahaan migas lokal itu baru saja menambah kepemilikan satu blok lagi di Selat Panjang PSC, Riau, akhir bulan lalu. Kepemilikannya sebesar 55 persen. Dengan keberhasilan eksplorasi di bidang hulu itu, ditambah bisnis anak perusahaan di sektor jasa pengeboran sumur migas, Sugih Energy meraup laba bersih USD 1,4 juta tahun lalu. Aset perusahaan kini menjadi USD 388 juta. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya