Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudirman Said: Setop polemik Masela, sekarang waktunya 'move on'

Sudirman Said: Setop polemik Masela, sekarang waktunya 'move on' Sudirman Said. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan pengembangan Blok Masela, Maluku menggunakan skema kilang di darat atau onshore. Keputusan tersebut diambil di sela-sela kunjungan ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Keputusan tersebut merupakan akhir dari polemik pengembangan Blok Masela dari perbedaan usulan antara Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli soal skema pengembangan blok gas dengan cadangan 10,7 triliun kaki kubik.

Sudirman Said meminta seluruh pihak untuk berhenti berpolemik mengenai Blok Masela. Sebab, Presiden Jokowi telah memutuskan rencana pengembangannya melalui skema kilang di darat.

"Kami minta setop berpolemik. Waktunya move on. Kami minta semua bekerja dan SKK Migas awasi dengan baik. Kita jadikan iklim investasi ini kembali sehat," ujar Sudirman di kantornya, Jakarta, Kamis (24/3).

Sudirman menegaskan sesuai jadwal yang dilaporkan operator, Inpex Corporation dan Shell Corporation, Blok Masela akan mulai berproduksi pada 2024. Sedangkan, untuk konstruksi atau EPC membutuhkan waktu 5-6 tahun. Sehingga, kata dia, polemik ini harus diberhentikan.

"Saya ingin mengajak masyarakat tak meneruskan polemik ini. Kami ingin semua bekerja dan diawasi SKK Migas. Investor juga dapat bekerja sehingga bisa tercapai apa yang kita harapan," kata dia.

Mantan Dirut Pindad ini juga akan menindaklanjuti keputusan Presiden Jokowi dengan meminta SKK Migas untuk mengembalikan rencana pengembangan Blok Masela yang sudah diserahkan investor melalui skema kilang di laut. Kemudian, SKK Migas harus komunikasi dengan investor dalam mengambil sikap.

"Kami juga minta SKK Migas untuk komunikasi dengan Pemda. Kami tak ingin polemik ini berlanjut dan bisa menerima keputusan dan mendukung soal putusan presiden. Proyek ini pelaksanaannya masih 8-10 tahun mendatang. Sangat tidak bijak apabila terlalu lama berpolemik. Terakhir, kami minta SKK Migas bekerja secara cepat kepada investor agar usulan tidak terlalu jauh dengan penggunaan metode yang lama sehingga mundurnya proyek tak terlalu lama," pungkas dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP