Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudirman Said: Harga minyak anjlok ikut gerus penerimaan negara

Sudirman Said: Harga minyak anjlok ikut gerus penerimaan negara Menteri ESDM Sudirman Said. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, anjloknya harga minyak dunia ikut menekan sisi fiskal penerimaan negara. Alasannya, harga minyak sendiri dalam APBN Perubahan 2015 dipatok USD 60 per barel.

"Sudah pasti karena asumsi (APBN) kan USD 60 per barel. Dengan realitas begini pasti akan alami penurunan. Benar sekali pasti akan menekan fiskal kita. Ada hitungannya nanti saya buka lagi, karena setiap satu dolar penurunannya akan berdampak berapa itu ada hitungannya," ujar dia dalam konferensi pers di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/12).

Mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) ini mengaku bakal bertemu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk membahas merosotnya penerimaan negara dari sektor migas. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi selisih harga agar tidak semakin melebar.

"Bagaimana mengatasi gap itu, dan nanti kita duduk dengan Menteri Keuangan. Saya sebagai penanggung jawab sektor tidak bisa berbuat banyak. Malah tantangan sekarang adalah bagaimana dengan harga begini investasi di hulu tetap jalan," jelas dia.

Untuk diketahui, Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas mencatat, per 4 Desember 2015, penerimaan negara dari sektor migas baru tercapai USD 12,45 miliar, atau 83,05 persen dari target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN-P 2015 sebesar USD 14,99 miliar.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP