Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudah punya anak, ini 5 cara atur keuangannya agar tak bangkrut

Sudah punya anak, ini 5 cara atur keuangannya agar tak bangkrut Ilustrasi keluarga. ©Shutterstock.com/ KonstantinChristian

Merdeka.com - Memiliki anak memang menjadi hal yang luar biasa menyenangkan, sebagian besar orang bahkan menunggu-nunggu momen tersebut dengan tidak sabar. Menjadi orang tua dan memiliki tanggung jawab yang baru di dalam hidup.

Sebagaimana orang tua lainnya, Anda tentu ingin semua yang terbaik untuk anak Anda kelak, sehingga sangat penting untuk disiapkan sejak awal. Namun pada kenyataannya, hal ini justru sangat banyak dilupakan oleh orang-orang, di mana mereka tidak memiliki perencanaan yang matang terkait dengan kelahiran anak mereka.

Mungkin mereka mempersiapkan proses kehamilan hingga melahirkan dengan sangat baik, namun mereka justru lupa bahwa kehadiran anak tidak hanya sebatas itu saja. Perlu mempersiapkan keuangan secara keseluruhan, bukan hanya pada saat melahirkan saja, namun hingga bertahun-tahun ke depannya juga.

Ini cara atur keuangan usai si kecil lahir. Berikut caranya seperti dilansir cermati.com:

1. Rencanakan keuangan dengan matang

Setelah kehadiran anak, keuangan akan berubah secara total dan ini akan berlangsung tetap ke depannya. Bukan hanya sementara selama satu dua bulan saja, namun ini akan berlangsung terus, jadi pastikan Anda memiliki cara yang tepat untuk menangani hal tersebut.

Pada kenyataannya, sebagian besar orang berangggapan bahwa kehadiran anak hanya akan membawa perubahan kecil saja di dalam keuangan keluarga, atau mereka berpikir bahwa perubahan ini hanya akan berlangsung beberapa saat saja setelah kelahiran saja. Pemikiran seperti ini sangat tidak tepat, sebab anak akan menjadi bagian keluarga selamanya, begitu juga dengan sejumlah pengeluarannya di dalam keuangan Anda.

Bukan hanya sekedar perubahan kecil saja, namun berbagai pos pengeluaran baru akan timbul di dalam keuangan, jadi pastikan Anda siap dengan hal tersebut sejak awal. Keuangan akan mengalami banyak perubahan, hal ini perlu ditangani dengan tepat, agar berbagai pos pengeluaran rutin yang penting (wajib) tidak mengalami gangguan.

2. Atur ulang keuangan

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengatur kembali anggaran keuangan secara keseluruhan. Berbagai pos pengeluaran baru sudah pasti akan muncul di dalam keuangan Anda, sedangkan ini tidak diimbangi dengan berbagai pemasukan tambahan, bukan?

Ini langkah yang tidak bisa ditawar, agar keuangan tetap berjalan dengan baik dan efektif. Catat semua pengeluaran yang baru terkait dengan kehadiran anak di keluarga Anda, lakukan dengan teliti, sehingga semua pengeluaran tersebut masuk dan terhitung di dalamnya.

Beberapa pengeluaran baru yang mungkin akan bertambah, seperti: biaya baby sitter, biaya popok dan perawatan lainnya, biaya dokter, biaya membeli pakaian, dan berbagai biaya lainnya.

Lihat kembali pengeluaran sebelumnya, setidaknya di sana pasti terdapat sejumlah pos pengeluaran yang fleksibel, artinya bersifat tidak wajib dan bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Cobalah untuk memilih dan mengurangi atau menghilangkan beberapa biaya pengeluaran yang fleksibel ini, sehingga dana tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan Si Kecil. Susun anggaran ini dengan cerdas, agar tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan keuangan Anda dan pasangan. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP