Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Subsidi tak lewat PLN, siap-siap tarif listrik rumah tangga naik

Subsidi tak lewat PLN, siap-siap tarif listrik rumah tangga naik Sosialisai Listrik. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rencana pemberian subsidi listrik langsung ke rakyat miskin alias tidak lagi melalui PT Perusahaan Listrik negara (PLN) semakin kuat. Dalam rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin, muncul wacana pemberian subsidi melalui kartu khusus. Langkah ini diyakini sebagai solusi membenahi pengelolaan subsidi listrik yang selama ini tak tepat sasaran.

Dengan pemberian subsidi listrik secara langsung ke masyarakat atau tak lagi lewat PLN, otomatis berpengaruh pada tarif listrik. Utamanya listrik golongan R1 atau rumah tangga dengan daya 450-900 VA.

Selama ini, dengan subsidi dari pemerintah, tarif listrik golongan rumah tangga sebesar Rp 415 per KWH untuk 450 VA. Sedangkan untuk daya 900 VA dikenakan Rp 605 per KWH. Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebutkan, jika subsidi listrik tak lagi lewat PLN, maka tarif listrik golongan tersebut akan menggunakan tarif normal (tanpa subsidi). Untuk harga di luar subsidi sekitar 1.526 per KWH.

"Tarifnya menjadi normal," singkat Sofyan di kantornya, Rabu (15/7).

Sofyan setuju dengan pengalihan subsidi menjadi langsung ke masyarakat. Sebab selama ini terlalu banyak rakyat yang menikmati subsidi pemerintah, padahal tergolong mampu.

Mantan Dirut BRI ini menyebutkan, sejauh ini pengguna listrik subsidi mencapai 44 juta. Padahal data resmi pemerintah, keluarga miskin hanya mencapai 15,5 juta keluarga.

Banyak di antara penerima subsidi listrik bahkan memiliki banyak meteran listrik dalam satu rumah, dengan masing-masing berisi 900 VA. Sehingga, kata dia, masyarakat 'curang' itu membayar dengan harga subsidi.

"Sebenarnya mereka jauh dari kehidupan rakyat miskin," tegas Sofyan.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP