Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Subsidi listrik dicabut, BPS sebut efek inflasi bakal terasa 3 bulan

Subsidi listrik dicabut, BPS sebut efek inflasi bakal terasa 3 bulan

Merdeka.com - Pemerintah harus memerhatikan konsekuensi dari pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan mampu masih mengonsumsi setrum 900 volt ampere. Salah satunya, penambahan inflasi minimal tiga bulan pascakebijakan tersebut diimplementasikan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan pebisnis rumahan bakal segera menaikkan harga produknya sebulan setelah pencabutan subsidi. Jika pemerintah tak segera mengantisipasi, efek inflasi yang ditimbulkan bakal berlangsung lebih lama, sekitar enam bulan.

"Kalau 11 juta pelanggan dicabut subsidi listriknya mungkin inflasi bisa 0,2 persen-0,3 persen. Biasa per bulan‎ bayar Rp 300 ribu sekarang jadi Rp 500 ribu nah berarti ada kenaikan tuh," katanya dalam diskusi "Senator Kita" digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN, dan DPD-RI, Jakarta, Kamis (5/11).

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara menunda rencana pencabutan subsidi listrik sekitar 11 juta pelanggan berdaya 900 volt ampere (VA) dari awalnya Januari menjadi Juni 2016.

Sebab, perusahaan setrum pelat merah itu masih perlu waktu untuk mencocokkan data pelanggan 900 VA dengan daftar keluarga miskin dan rentan miskin milik Tim Nasional Percepatan dan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Sekedar informasi, PLN memiliki sekitar 22 juta pelanggan 900 VA. Disinyalir, sebanyak 11 juta pelanggan diantaranya dinilai tak layak untuk mengonsumsi listrik subsidi tersebut.

Atas dasar itu, 11 juta pelanggan tersebut bakal dipaksa untuk menaikkan daya listrik minimal menjadi 1.300 VA. Jika masih bertahan menggunakan listrik subsidi, mereka bakal tetap dikenakan tarif listrik sesuai golongan 1.300 VA.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP