Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Subsidi buat industri energi Indonesia sulit maju

Subsidi buat industri energi Indonesia sulit maju Peluncuran SPBG Mobile. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pemerintah menilai selama ini masyarakat terlalu dimanjakan dengan berbagai macam subsidi. Padahal, subsidi itu dalam jangka panjang akan menjadi racun bagi keuangan negara.

"Selama ini masyarakat selalu dimanjakan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga berdampak energi Baru dan terbarukan (EBT) atau energi lainnya tidak berkembang optimal," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman saat acara 'Polemik Sindo Trijaya, Siapa Peduli Energi' di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (22/3).

Menurutnya, pengurangan subsidi itu akan lebih baik dialihkan untuk mendukung energi alternatif seperti biofuel atau Bahan Bakar Gas (BBG). Namun memang, menurutnya peralihan tersebut tidaklah mudah karena tidak didukung infrastruktur yang memadai.

"Tidak mudah, karena kenapa selama ini memang BBG belum dapat berkembang dengan cepat. Sebab, gas bukan bisnis instan, dulu memang supply gas memang ada," jelas dia.

Untuk itu, diharapkan infrastruktur BBG segera dapat terselesaikan. "Supply gas sudah dapat diatasi sehingga ini tinggal infrastruktur saja dan nantinya jika sudah selesai semua maka kan beban infrastruktur juga bisa dikurangi," ungkapnya.

Bukan hanya itu, dirinya juga meminta peran swasta untuk dapat membantu pengembangan infrastruktur BBG. "Harapannya swasta juga turun tangan. Kan sebenarnya marketnya (gas) juga tengah dibikin, harga gas kan juga disepakati," ujar dia.

Ketua Pengkajian Energi UI, Ira Garniwa menambahkan selama ini subsidi memang tak tepat sasaran. Hal ini karena selama ini sasaran subsidi ialah kepada golongan masyarakat bukan pada produknya.

"Subsidi penting bagi kita, besarannya itu yang membuat menahan infrastruktur," tambahnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP