Studi: Orang kaya berpotensi hidup lebih lama
Merdeka.com - Journal of the American Medical Association (JAMA) mempublikasikan penelitian terbaru terkait hubungan antara pendapatan dan harapan hidup di Amerika Serikat sepanjang 2001-2014, pada 10 April lalu. Kesimpulannya, penduduk kaya memiliki harapan hidup lebih lama ketimbang penduduk miskin.
Seperti diberitakan Bloomberg, kemarin, penelitian itu didasarkan pada catatan pajak 15 tahun terakhir yang dimiliki Internal Revenue Service dicocokkan dengan catatan kematian Social Security Administration.
Hasilnya menunjukkan, tingginya pendapatan berbanding lurus dengan umur panjang. Kesenjangan harapan hidup antara satu persen penduduk terkaya dengan satu persen penduduk termiskin mencapai 14,6 tahun untuk pria dan 10,1 tahun untuk wanita.
Dari waktu ke waktu kesenjangan itu meningkat. Sepanjang 2001 and 2014, angka harapan hidup di kelompok lima persen penduduk terkaya meningkat sebesar 2,34 tahun untuk pria dan 2,91 tahun untuk wanita.
Sebaliknya, angka harapan hidup di kelompok lima persen termiskin hanya meningkat beberapa bulan saja pada pria dan tak bertambah sama sekali pada wanita.
Jika berdasarkan geografi, penduduk miskin dengan harapan hidup terpendek terdapat di Oklahoma dan kota-kota yang industrinya terancam punah: Gary, Indiana dan Toledo, Ohio.
Adapun, angka harapan hidup terpanjang ada di New York dan San Francisco. Kota dikenal memiliki populasi terpelajar, berpenghasilan tinggi, dan anggaran belanja pemerintahnya yang besar.
Studi ini menguatkan banyak penelitian sebelumnya. Bahwa kesehatan dan kekayaaan saling berhubungan dan akan semakin erat seiring peningkatan penghasilan.
Pada penelitian tahun lalu menunjukkan bahwa ketimpangan bukan hanya terjadi pada kesejahteraan saja. Melainkan juga pada harapan hidup. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya