Studi: Biliuner dermawan bisa hapus kemiskinan di satu negara
Merdeka.com - Kedermawanan satu biliuner diyakini menghapus kemiskinan di satu negara. Demikian hasil studi dirilis Brooking Institution, pekan lalu.
Lembaga wadah pemikir (think-tank) berpusat di Washington D.C itu mencontohkan Swaziland. Sebanyak 40 persen dari 1,3 juta penduduk di negara kecil selatan Afrika itu berada di bawah standar garis kemiskinan global, hidup hanya dengan USD 1,90 per hari.
Di sisi lain, Swaziland memiliki taipan Nathan Kirsh yang memiliki kekayaan sekitar USD 3,9 miliar. Jika biliuner kelahiran Afrika Selatan itu mendonasikan setengah hartanya, maka kemiskinan ekstrem di Swaziland bisa hilang dalam lima belas tahun ke depan.
"Langkah seorang filantropi di Kolombia, Georgia, dan Swaziland cukup untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem," isi laporan tersebut seperti diberitakan USnews.com, kemarin.
Teorinya, menurut studi tersebut, butuh dana sebanyak USD 80 miliar untuk meningkatkan penerimaan orang miskin yang hanya sebesar USD 1,90 per hari pada tahun lalu.
Studi Broking Institution juga menyebut bahwa kemiskinan di Afrika lebih sulit untuk dihilangkan ketimbang negara lain. Sebab, sebagian besar penduduk di benua tersebut sudah terlanjur berkubang dalam kemiskinan ekstrem.
Sebanyak 15 persen penduduk Afrika hidup hanya dengan satu dolar AS per hari.
"Sementara, kebutuhan hidup di kawasan itu relatif mahal."
Sekedar ilustrasi, biliuner Afrika Serikat dengan kekayaan senilai USD 7.4 miliar dinilai hanya bisa menekan kemiskinan di negara tersebut dari 18 persen menjadi 14 persen.
Sementara, biliuner Georgia yang kekayaannya hanya sebesar USD 5,2 miliar dinilai mampu menghapus kemiskinan total di negara tersebut.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya