Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Studi: Biaya menambang di luar angkasa lebih murah ketimbang di bumi

Studi: Biaya menambang di luar angkasa lebih murah ketimbang di bumi tambang. shutterstock

Merdeka.com - Hasil studi menunjukkan biaya pertambangan di luar angkasa lebih murah ketimbang membangun terminal gas terbesar di dunia. Studi ini ditunjukkan dari hasil kerja sama National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Universitas New South Wales, Australia.

Dari hasil hitungan studi ini, apabila menambang di Planet Ceres, hanya menghabiskan dana sebesar USD 27 miliar. Dana tersebut termasuk membawa alat-alat pertambangan dari bumi dan pembangunan fasilitas pertambangan.

"Sebagai perbandingan, pengembangan sumber daya alam terbesar Australia yaitu lapangan gas Gorgon yang dioperasikan Chevron dapat mencapai USD 54 miliar," ujar Wakil Direktur Teknik dan Ilmu Pengetahuan Direktorat Jet Propulsion NASA Rene Fradet seperti dilansir Bloomberg, Jumat (6/11).

Bahkan, Rene mengatakan aktivitas pertambangan di Bulan saja hanya mengeluarkan anggaran USD 9 miliar. Sementara, untuk mengembangkan program pertambangan di luar angkasa hanya menghabiskan USD 492 juta.

Sebuah studi juga menunjukkan pertambangan di asteroid hanya butuh dana Rp USD 50 hingga USD 100 juta.

Hal ini jadi bukti bahwa teknologi untuk tambang di ruang angkasa tengah dibuat NASA. Langkah ini untuk menepis keraguan akan pertambangan luar angkasa.

"Namun, belum ada investor yang berminat untuk menggarap pertambangan luar angkasa. Hal ini disebabkan aturan bagi hasil yang belum jelas," pungkas Rene.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP