Strategi REI bangun 200.000 rumah MBR tahun depan
Merdeka.com - Ketua umum Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata mengatakan pihaknya menargetkan bakal membangun lebih dari 200.000 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2018.
"REI saja kan sekarang sudah 200.000 yang rumah MBR itu sudah terlampaui. Nah, nanti di awal tahun kita bisa lihat, kita mau ningkatin sampai 200 atau gimana," ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (21/12).
Menurutnya yang masih harus dibenahi adalah seputar mekanisme perizinan di daerah, sehingga pengembangan sektor perumahan, terutama rumah MBR dapat terus ditingkatkan.
"Kalau rumah MBR itu sebenarnya demand-nya sudah captive. Sudah lebar sekali demand-nya. Sekarang tinggal suplainya. Suplai itu banyak kendala di beberapa tempat. Seperti perizinan lagi digerus semua nih, bagaimana caranya 500 kabupaten/kota itu bisa melaksanakan perizinan sesuai dengan PP 64 itu. Kan lagi digarap bagaimana caranya," kata dia.
Untuk itu, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan seluruh anggota REI sehingga dapat ditemukan solusi dan strategi baru dalam pengembangan rumah.
"REI itu di awal tahun kan selalu ada rapat nasional, targetnya apa? Kendala nya apa? segala macam. Nah dengan adanya PKO ini jadi sudah bisa dipastikan berani meningkatkan targetnya ditiap tiap daerah," katanya.
Selain itu, REI akan terus memberikan edukasi kepada semua anggota sehingga betul-betul dapat mengerjakan proyek hunian sesuai dengan target dan harapan masyarakat.
"Kita harus punya badan Diklat. Itu tiap Minggu badan Diklat selalu keliling ke setiap DPD-DPD, terus kemudian kita ada sistem requirement yang nanti di tingkatkan, kita ada lagi lembaga sertifikasi sendiri buat REI," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya