Strategi Pemerintah Ekonomi Bisa Tumbuh 7 Persen di Tengah Ledakan Kasus Covid-19
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia masih optimis perekonomian nasional tetap tumbuh positif hingga akhir tahun meski memasuki semester kedua terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan. Apalagi pergerakan manusia kembali dibatasi dan terjadinya pelemahan ekonomi.
"Kita optimis perekonomian sampai 7 persen," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali, Jakarta, Rabu (7/7).
Maka dari itu, demi menahan pelemahan ekonomi sekaligus mengatasi masalah kesehatan, pemerintah juga melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia dengan beberapa level. Sehingga penyebaran virus lebih cepat dikendalikan dan pelemahan ekonomi tidak berlarut-larut.
Di sisi lain, pemerintah memaksimalkan kinerja produksi ekspor demi menjaga momentum harga komoditas yang tinggi. Maka sektor-sektor esensial dan kritikal tetap bisa beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan di tengah kebijakan PPKM.
"Kegiatan ekspor kita jaga untuk memaksimalkan momentum harga komoditas," kata dia.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain itu, pemerintah akan kembali memberikan jaminan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan uang tunai bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
"Buat penerima PKH akan dapat bantuan tunai dan beras 10 kilogram sebanyak 20 juta peserta," kata dia.
Saat ini, Kementerian Sosial dan Badan Logistik (Bulog) tengah melakukan berbagai persiapan ini. Sebab proses penyiapan infrastrukturnya tidak mudah.
"Ini butuh waktu buat persiapan untuk bansos PPKM darurat atau mikro," kata dia.
Menko Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 bisa mencapai 3,3 persen. Lalu di akhir tahun secara konservatif diprediksi bisa tumbuh 3,75 persen sampai 4,5 persen.
"Semester I ini 3,3 persen dan sampai akhir tahun kita proyeksinya konservatif 3,75 persen sampai 4 atau 4,5 persen untuk outlook semester II ini," kata dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya