Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Strategi Pemerintah Atasi Resesi Ekonomi Bali

Strategi Pemerintah Atasi Resesi Ekonomi Bali Sajian ala Bali di Kintamani Terrace, Swiss-Belinn Malang. ©2019 Merdeka.com/Tantri Setyorini

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan secara wilayah Bali telah mengalami resesi ekonomi. Sebab, selama dua kuartal pertumbuhan ekonomi negatif karena bergantung pada sektor pariwisata yang terpukul akibat pandemi.

"Bali itu ekonominya sudah tergantung pariwisata, kalau ini terhenti banyak yang memang kehilangan pekerjaan," kata Menteri Teten dalam Dialog Covid-19 bertajuk Protokol Kesehatan di UMKM di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (26/10).

Resesi ekonomi lokal di Bali ini juga telah masuk dalam pembahasan di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN). Menteri Teten menyebut, akhir tahun ini pemerintah akan memberikan relaksasi bagi Bali agar perekonomian di pulau dewata ini kembali menggeliat.

"Ini sudah dibahas di Komite PEN, akhir tahun sudah (ada) relaksasi," kata dia.

Sebenarnya, kata Menteri Teten, dalam bisnis pariwisata yang perlu diperkuat terkait kepercayaan masyarakat yakni aman dari penyebaran virus corona. Maka dia mengimbau para pelaku usaha industri pariwisata untuk menggugah para pelancong kembali berwisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi memang kita perlu penerapan protokol kesehatan untuk perhotelan, pesawat dan restoran atau kafe di sana," ujar Menteri Teten.

Sebab, lanjutnya, sejak pandemi ini berlangsung, gaya hidup masyarakat juga telah berubah. Apalagi para turis domestik atau mancanegara ini didominasi mereka yang memiliki level pendidikan baik karena memiliki pendapatan berlebih. Sehingga di masa pandemi ini gaya hidup mereka juga berubah dan cenderung sangat menjaga diri agar tidak terpapar.

"Kalau bisa diyakinkan dari pelaku usaha ini, saya kira semua orang tidak takut. Apalagi orang Indonesia ini sudah bosan di rumah terus, sudah jenuh dan sekarang butuh pariwisata," tutur Menteri Teten.

Perlu Dukungan Seluruh Pemangku Kepentingan

seluruh pemangku kepentinganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selain itu, faktor penggunaan transportasi juga ikut menggerakan pariwisata di Bali. Salah satunya transportasi udara yang kata Menteri Teten cenderung lebih aman dengan teknologi yang digunakan dalam kabin pesawat.

Dia mengaku dua minggu lalu telah bertandang ke Bali. Selama perjalanan tersebut dia merasa semua sudah berjalan sesuai protokol kesehatan dan kepercayaan terhadap sarana dan prasarana sudah kembali sebagaimana sebelum virus corona mewabah.

"Tadinya saya merasa naik pesawat tidak aman, tapi dengan penerapan protokol kesehatan ini saya sekarang aktivitas sudah aktif kembali kemana-mana pakai pesawat," kata dia.

Maka, agar perekonomian sektor pariwisata ini kembali bergerak, perlu peran semua pihak terutama pelaku usaha untuk mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dibuat. Di sisi lain, pemerintah juga harus bekerja keras agar tidak muncul kluster penyebaran virus baru dari pariwisata.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP