Strategi Pebisnis Kuliner Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Sektor bisnis merasakan tekanan yang cukup keras akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, eksistensi usaha makanan kini mulai meningkat seiring berjalannya waktu.
Misalnya, Mangkokku yang merupakan usaha kuliner rice bowl bercita rasa lokal yang sudah buka mulai Juli 2019. Bisnis kuliner ini awalnya juga tak luput dari dampak pandemi.
Manager Head Operations of Mangkokku, Kenny Widjaja mengatakan, pihaknya kini memiliki 19 cabang di Jakarta dan sempat mengalami penurunan penjualan hingga 50 persen. Di mana harga satu bowl Mangkokku biasanya dibanderol Rp100.000, kini terpaksa diturunkan menjadi Rp70.000 per bowl.
Kendati begitu, pihaknya meningkatkan strategi marketing dengan gencar melakukan promosi melalui media sosial Instagram @Mangkokku_id, iklan di media sosial, hingga mengendorse artis atau influencer agar brand Mangkokku lebih dikenal publik.
Selain itu, pihaknya juga berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan saat ini dengan menjual makanan dalam bentuk frozen food. Serta Mangkokku bekerjasama dengan Everplate dalam penjualannya. Semenjak dia bergabung dengan Everplate, Mangkokku dibantu dalam hal promosi.
"Sebelumnya kita dine-in banyak sekali cuman setelah pandemi kita lebih jual ke online, lalu jual ke merchant-merchant yang berbentuk frozen food adaptasi dengan lingkungan juga yang pastinya,” kata Kenny dalam Geng Cuan Berbagi Cerita Bersama Liputan6.com, Senin (19/10).
Kenny menambahkan, Mangkokku juga menjaga kekompakan antara owner dan staff agar bisa terus bertahan dan meminimalisir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa sulit ini. Dengan cara selalu menjaga komunikasi, dan berdiskusi tentang apapun terkait Mangkokku.
"Kami sangat meminimalisir sekali (PHK) untuk sampai saat ini belum ada yang di PHK malah kita setiap bulan masih buka cabang tiga sampai empat cabang dan kita buka lowongan kerja," ujarnya.
Mampu Beradaptasi
Namun yang terpenting menurut Kenny adalah harus mampu beradaptasi dalam berbagai keadaan, berinovasi, menjaga kualitas, dan kompak, supaya bisnis yang dijalankan bisa terus bertahan dan berkembang.
"Rice bowl kami lebih ke Indonesia kita sangat menjaga kualitas dari makanan kita sendiri. Sejak Mangkokku buka, owner dan staff sangat menjaga kualitas dari Mangkokku ini, kita support local brand, masakan nusantara," ujarnya.
Selanjutnya, Kenny pun sadar ketika Mangkokku awal dibuka, banyak sekali rintangan jauh sebelum ada pandemi di Indonesia. Tapi pihaknya selalu optimis dan memandang positif setiap rintangan dan dijadikan sebagai pembelajaran.
"Rintangannya pasti ada, dari makanannya, SDM-nya, tapi rintangan itu membuat kita makin siap dan dijadikan sebagai pembelajaran," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya