Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Strategi Menko Airlangga Perbaiki Defisit Transaksi Perdagangan dan Berjalan

Strategi Menko Airlangga Perbaiki Defisit Transaksi Perdagangan dan Berjalan Airlangga di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengurangi defisit transaksi berjalan Indonesia. Pesan tersebut dia sampaikan sebagai salah satu upaya untuk mencapai banyak program pemerintah Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Merespons itu, Menko Airlangga menyebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait keinginan Presiden Jokowi memberlakukan kebijakan insentif dan disinsentif terhadap industri keuangan dalam negeri.

"Terkait perbankan itu adanya di OJK jadi nanti kami tentu akan koordinasikan juga terutama yang terkait dengan regulasi," tuturnya di Jakarta, Rabu (6/11).

Menko Airlangga bilang, sejauh ini pemerintah memang terus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya lewat Omnibus Law. "Dampaknya ke GDP kalau lihat dari konsumsi itu 3,5-3,6 persen, sisanya dari trade dan investasi maka kita musti konsentrasi di trade industri dan investasi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong perbaikan defisit neraca perdagangan. "Beberapa yang presiden sampaikan mulai dari B30 sampai B100 program yang roadmapnya sedang kami siapkan. Kalau dari B100 kita bisa hemat sampai USD18 miliar. Kalau B30 itu sekitar USD6 miliar, dengan demikian tekanan neraca perdagangan dari situ saja sudah bisa diselesaikan," tambah dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP