Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Strategi Menhub Budi Optimalkan Kemandirian Maritim

Strategi Menhub Budi Optimalkan Kemandirian Maritim Menhub Budi Karya Sumadi. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya transportasi laut untuk merajut konektivitas di Indonesia sebagai negara kepulauan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Pihaknya mendapat amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan perhatian khusus terhadap transportasi laut di wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

Tak hanya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, hal ini juga diupayakan agar disparitas harga bahan pokok tidak terjadi. Untuk itu, Kementerian Perhubungan melakukan optimalisasi kemandirian maritim dengan membangun pelabuhan-pelabuhan potensial hingga memaksimalkan program tol laut.

"Saat ini Kemenhub melalui (Ditjen) Perhubungan Laut selalu melakukan optimalisasi untuk kemandirian maritim. Oleh karena itu, kita bangun Pelabuhan Patimban yang besarnya lebih besar dari Pelabuhan Priok, kita harap tahun ini bisa launching," ujar BUdi saat menjadi Keynote Speaker di webinar Transportasi untuk Merajut Keberagaman Episode 4, Senin (24/8).

Tak hanya Pelabuhan Patimban, pihaknya juga mendorong pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat serta Pelabuhan Gili Mas di Lombok, NTB. Demikian juga dengan Pelabuhan Seba di NTT hingga Menara Suar Tanjung Batu Tarakan.

Menurutnya, pentingnya tol laut tak hanya untuk menjaga harga 9 bahan pokok tetap stabil untuk masyarakat di luar pulau Jawa terutama di daerah 3T namun juga untuk meningkatkan ekonomi daerah setempat.

"Tol laut, saya pikir ide Pak Presiden yang luar biasa, di mana ini merupakan angkutan barang, angkutan ternak, bayangkan kita mengangkut sudah jutaan sapi dari NTT ke Jawa Timur bahkan saat hari raya, kita angkut ke Dumai sehingga potensi ekonomi di NTT bertambah baik," ujarnya.

Dalam menjalankan fokus-fokus kegiatan tersebut, Menhub tetap mengingatkan penerapan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Namun, pandemi juga tidak boleh dijadikan alasan untuk bekerja biasa-biasa saja.

"Pada saat pidato tanggal 17 Agustus, Pak Presiden mengamati tentang pemulihan Covid-19, jadi protokol kesehatan harus dilakukan. Cuci tangan, pakai masker. Justru di krisis ini, kita harus lakukan terobosan untuk menciptakan kemajuan termasuk di transportasi," tandasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP