Strategi genjot penerimaan pajak, kerja sama dengan PPATK dan OJK
Merdeka.com - Pemerintah mematok target penerimaan pajak pada 2016 mencapai Rp 1.3060,1 triliun. Target ini lebih tinggi dari target penerimaan pajak dalam APBN Perubahan 2015 yang dipatok Rp 1.294,3 triliun.
Direktur Eksekutif CITA (Center for Indonesia Taxation Analysis) Yustinus Prastowo menilai pemerintah mempunyai strategi dalam menggenjot penerimaan pajak. Strateginya, pemilihan dirjen pajak yang tepat dalam mencapai target tersebut dan membangun kesadaran nasional pajak sebagai gerakan gotong royong.
"Menempatkan pajak sebagai bagian gotong royong dan peran aktif seluruh elemen. Ini membalik cara berpikir atau paradigma lama," papar Pras kepada merdeka.com, Sabtu (5/12).
Pras menegaskan beberapa strategi lain yakni meningkatkan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, meningkatkan dukungan kelembagaan dan regulasi, meningkatkan kerjasama PPATK-DJP-OJK, perbanyak withholding tax dengan tarif rendah di transaksi-transaksi yang nilainya signifikan hingga meningkatkan pengawasan transfer pricing.
"Mapping potensi pajak sektoral dan regional, lakukan gerakan massif-terukur, audit untuk meningkatkan kepatuhan dan efek jera, harmonisasi insentif, dan kepastian hukum bagi wajib pajak," sebut Pras.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya