Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Stok Premium langka karena minat masyarakat tinggi usai harga turun

Stok Premium langka karena minat masyarakat tinggi usai harga turun antrean di SPBU Solo. ©2014 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa (5/1) lalu, sejumlah Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa daerah mengalami kekosongan stok.

VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menjelaskan, kelangkaan BBM di beberapa wilayah terjadi karena animo atau minat masyarakat yang cukup tinggi setelah harga BBM diturunkan.

‎"Kalau BBM sendiri jadi kita per 5 Januari itu banyak masyarakat itu yang animonya tinggi membeli dengan harga baru‎," ujarnya di Jakarta, Senin (11/1).

Sebelum harga BBM turun, Pertamina tercatat mendistribusikan BBM jenis Premium sekitar 79 ribu Kiloliter (KL) per hari. Namun pasca harga turun, distribusi BBM meningkat mencapai 95 ribu KL per harinya.

Meski begitu, Wianda memastikan saat ini pola penyaluran sudah berangsur normal. Pihaknya juga meminta masyarakat aktif untuk melaporkan di SPBU wilayah mana yang mengalami kekosongan stok.

"Jadi sudah berangsur ke konsumsi yang lebih normal. Adapun tugas kita selama belakangan hari ini menjaga supaya pasokan suplai bisa cepat sampai ke SPBU," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, di saat harga jadi murah, belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat (Sumbar) malah mengalami kekosongan.

"Ada sekitar 11 unit SPBU kosong, mulai dari Padang sampai Payakumbuh. Jadi kendaraan kami belum terisi premium sejak pagi tadi," ujar salah seorang warga, Frislidia (45) seperti ditulis Antara, Rabu (6/1).

Frislidia mengaku sedang menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau setelah menghabiskan waktu liburan Tahun Baru 2016 dengan berjumpa keluarga besar Kota Padang, Sumbar.

Sepanjang perjalanan dari Padang menuju Payakumbuh berjarak sekitar 120 kilometer, terlihat sejumlah SPBU kosong atau tanpa disertai antrean kendaraan bermotor dan disertai papan atau plank bertuliskan permohonan maaf karena Premium atau Solar habis.

Frislidia mengaku kesal melihat kondisi belasan SPBU berada jalan di lintas Sumbar-Riau mengalami kekosongan penjualan kepada yang sangat membutuhkan bahan bakar minyak.

"Hendaknya Pertamina jangan seperti ini. Kasihan warga, pulang liburan tahun baru dari Sumbar terutama ke Provinsi Riau terpaksa beli Premium dari pedagang eceran karena tidak tersedia di SPBU," katanya.

Sehari sebelumnya atau pada Selasa (5/1), bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di Kota Padang, Sumatra Barat terpantau mengalami kekosongan baik Premium, Pertamax dan Pertalite.

Kondisi tersebut berbeda dengan yang dialami pada 147 unit SPBU di Provinsi Riau tidak terlihat kekosongan atau antrean panjang untuk mendapatkan ketiga jenis bahan bakar minyak yang dipasarkan.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP